Selamat Datang di Website MAN Insan Cendekia Aceh Timur

Likok Pulo MAN Insan Cendekia Pukau Penonton PKAT 2015

On 17.01.00

Likok Pulo MAN Insan Cendekia Pukau Penonton PKAT 2015
Penampilan Tari Likok Pulo oleh MAN Insan Cendekia Aceh Timur
Insan Cendekia - Penampilan tarian Likok Pulo yang dipersembahkan oleh Siswa MAN Insan Cendekia, memukau ribuan pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh Timur (PKAT) ke-I, kemarin sore (24/11/2015). Kehadiran Tari Likok Pulo di panggung pentas seni PKAT untuk menghibur penonton. Tak ayal, usai penari menampilkan tari Likok Pulo, ratusan penonton langsung memberikan aplus.

Likok Pulo adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh. "Likok" berarti gerak tari, sementara "Pulo" berarti pulau. Pulo di sini merujuk pada sebuah pulau kecil di ujung utara Pulau Sumatera yang juga disebut Pulau Breuh, atau Pulau Beras. 

Tarian ini lahir sekitar tahun 1849, diciptakan oleh seorang ulama tua berasal dari Arab yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh. Tari ini diadakan sesudah menanam padi atau sesudah panen padi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar, atau bahu membahu.

Seorang pemain utama yang disebut cèh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapa'i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan, dan kepala. Gerakan tari pada prinsipnya ialah gerakan oleh tubuh, keterampilan, keseragaman atau kesetaraan dengan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, ke samping kiri atau kanan, ke atas, dan melingkar dari depan ke belakang, dengan tempo mula lambat hingga cepat.

Kepala MAN Insan Cendekia, Shulfan,S.Ag,M.Sc mengatakan, “penampilan tari Likok Pulo oleh anak-anak MAN Insan Cendekia sangat membanggakan dan menghibur sehingga berhasil mencuri perhatian penonton. Tidak hanya Likok Pulo, akan banyak lagi tarian yang akan dipelajari dan di tampilkan oleh siswa MAN Insan Cendekia di even-even selanjutnya. Selaku kepala madrasah, saya memberikan apresiasi kepada anak-anak, instruktur, dan semua yang telah bekerjasama dalam mengembangkan bakat anak-anak”.

Untuk memeriahkan PKAT ke-I, selain Tari Likok Pulo, malamnya siswa MAN Insan Cendekia juga menampilkan Nasyid Acapella, apapun kreativitas anak-anak, MAN Insan Cendekia akan selalu mendukung dan memfasilitasi sehingga anak-anak dapat menemukan jati dirinya,  cetus orang nomor satu di madrasah yang baru beroperasi di Aceh Timur pada tahun 2015 ini.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »